Manfaat Minimalis

Memulai hidup minimalis sudah banyak diterapkan oleh kalangan yang sadar akan kebutuhan. Tidak ingin bermain-main akan dunia. Mereka merasakan dunia hanya tempat persinggahan sementara.

Pelaku hidup minimalis menjadi penyegar hidup ditengah derasnya masyarakat yang konsumerisme. Menghindari hal-hal tidak penting dalam hidup. Menolak barang-barang yang  tidak akan mereka pakai dalam hidup.

Gaya hidup minimalis sudah berdampak banyak untuk bertahan hidup. Manfaat yang dirasakan sangat membekas. Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut.

Manfaat pertama yaitu mudah bersyukur dan selalu Qonaah. Seseorang yang bersyukur belum tentu minimalis, namun orang minimalis pasti bersyukur. Sebab dengan bersyukur mereka akan merasa cukup (Qonaah). Dan tidak ingin memiliki barang lebih.

Qanaah mempunyai ikatan erat dengan syukur. Keduanya, seperti dua sisi mata uang yang tidak mungkin berpisah. Syukur membuahkan qana’ah. Dan qana’ah memunculkan syukur. Seperti itu korelasinya. Tidak ada qana’ah tanpa syukur. Tidak ada syukur tanpa qana’ah. Syukur tanda kita menikmati keadaan yang mungkin kurang. Qanaah buah ke syukuran yang membuat kita tenang. 

Kedua, Seseorang yang hidup minimalis menyediakan tempat bagi hal yang lebih penting.Manfaat ini sebagai bentuk kesadaran. Semua tempat yang kita tempati tidak selamanya untuk kita sendiri. Perlu ruang untuk kehidupan yang lain. Begitu juga dengan kita menyisihkan ruang untuk barang-barang yang lebih penting. Kesulitan kita untuk mencari barang mungkin tidak akan terjadi.

Ketiga, Hidup lebih Bebas. Adalah manfaat ketiga hidup minimalis. Seseorang yang hidup minimalis akan bebas tidak dituntut akan barang yang dimiliki. Sebab barang mereka sedikit. Keharusan untuk merawat dan membersihkan barang pun juga tidak mengikat kita. Hidup jadi terasa lebih bebas.

Keempat, Hidup minimalis tidak perlu banyak waktu untuk merawat barangnya. Menjadikan kita lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Menjaga kesehatan fisik dan mental. Bisa merawat diri dengan optimal.

Kelima, Hidup minimalis tidak mengejar matrealistis. Mereka paham bahwa materi hanya sebatas mempermudah jalan kehidupannya. Mereka tidak mempunyai teori bahwa memiliki banyak barang bisa membuat mereka merasa lebih puas dan tenang. 

Tenangnya seorang minimalis yang tidak memiliki banyak barang, berimbas kepada hidup yang bahagia. Inilah manfaat terakhir hidup minimalis. Mereka akan merasakan kepuasan yang lebih baik sehingga hidup mereka lebih bahagia. Kebahagiaan bisa mereka peroleh karena mereka bisa fokus terhadap hal-hal yang paling penting dalam kehidupan. (nrl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *