Pingin Menjadi Pribadi yang Mandiri? Kuliah di MEC (Mandiri Enterpreneur Center) Saja

Halo teman kali ini aku akan memposting cerita pengalaman ku selama aku di MEC Surabaya mulai dari awal pendaftaran hingga – selesai pendidikan, setelah kemarin menceritakan pengalaman di waktu kecil, SMK, dan kini beranjak ke Jenjang berikutnya yaitu MEC (Mandiri Enterpreneur Center).

Ketika Keinginan dan harapan, Sirna di tengah jalan

Ketika keinginan dan harapan sirna di tengah jalan
Photo by Sweet Ice Cream Photography on Unsplash

Lulus dari SMK bukan berarti selesai dalam mencari ilmu. Inilah awal untukku berjuang menggapai impian yang selama ini belum ada yang tercapai. Impian setiap orang pasti ada karena tanpa mimpi seseorang tidak mungkin bisa hidup, mimpi adalah tujuan dari kehidupannya.

Berbicara mengenai mimpi, aku dulu hanya bermimpi untuk bisa melanjutkan study ku ke perguruan tinggi Negeri , iya itulah mimpiku. Aku ingin mengumpas semua penasaran ku, yang sudah aku ceritakan di Tulisan Pertamaku” kemarin.

Sudah aku planning masa depanku, karena aku percaya Tuhan akan membantu kita sesuai dengan usaha kita, meskipun tidak semua impian tersebut bisa tercapai. Planning ku adalah mendaftar di Perguruan tinggi ISI Jogja, ISI Surakarta, UNS, dan UNNES akan tetapi aku agak ragu karena nilai UN ku sudah aku prediksi tidak akan diterima, kemudian SNMPTN aku memilih di UNS dan POLINES dengan menggunakan beasiswa bidikmisi.
Persiapan untuk memasuki PTN tersebut sudah matang, Mulai dari Pendaftaran online, Menyiapkan berkas-berkas untuk pendaftaran, menyiapkan foto rumah untuk pendaftaran bidikmisi, dan masih banyak lagi dan persiapan yang harus disiapkan adalah mental dan doa.

Aku kirim semua berkas tersebut melalui Kantor Pos untuk pendaftaran di Polines waktu itu aku memilih jurusan manajemen, karena masih nyambung dengan jurusan pemasaran, sedangkan di UNS aku memilih DKV dengan pendaftaran online.

Sekitar 2 Minggu aku menunggu pengumuman dan waktu yang ditunggu telah tiba, waktu itu aku belum punya handphone android untuk bisa mengakses pengumuman tersebut, dan aku langsung ke warnet untuk mengecek. UNS adalah impian ku daripada di Polines. Langsung aku search yang pertama yaitu “ Pengumuman SNMPTN UNS 2018/2019” airpun menetes seketika karena namaku tidak tercantum. Masih ada satu harapan ku, yaitu Polines dan ternyata aku tidak diterima juga.

Tidak ada lagi harapan untukku, semangat sudah mulai kusut ketika keinginan dan harapan hilang tak ada jalan. Kini aku memulai ke Planning baru yaitu bekerja, dan aku tidak tau harus bekerja dimana?

Ketika Jalan yang lain Dipertemukan

jalan keluar ketika harapan dan keinginan tercapai
Photo by Aa Dil from Pexels

Sebenarnya masih ada lagi cara untuk bisa masuk di UNS yaitu jalur SBMPTN dan UM, tetapi entah kenapa setelah kejadian tersebut rasanya untuk memulai mendaftar lagi sudah tidak ada keinginan. So, aku urungkan niat ku untuk melangkah ke UNS.

Bekerja adalah salah satu planningku selanjutnya, mengumpulkan uang untuk bisa kuliah di tahun depan. Mencari pekerjaan ternyata tidak semudah yang aku bayangkan karena aku kurang tinggi, hehe.

Seiring waktu berjalan, Novita teman sekelas ku menawarkan aku untuk kuliah 1 tahun di MEC (Mandiri Enterpreneur Center) atau bisa disebut Kampus Kemandirian. Novita mendapat informasi tersebut dari guru sanggar ngajinya. Aku tidak langsung mengambil keputusan tersebut, karena aku harus mencari informasi, apa sih MEC itu?

Ternyata Mandiri Entrepreneur center yaitu sebuah lembaga pendidikan yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang pengusaha muda yang Mandiri di bawah naungan Yayasan Yatim Mandiri, sebuah pendidikan yang dikhususkan untuk anak yatim, yatim piatu, dan dhu’afa.

Setelah mencari informasi ternyata ada jurusan desain grafis, hal tersebutlah yang membuat aku tertarik untuk mendaftar di MEC. Mulailah aku mendaftar, dengan perantara temanku yaitu Novita.

1 Minggu setelah pendaftaran aku mengikuti tes tulis dan wawancara yang dilaksanakan di kantor cabang Yatim Mandiri Madiun. Tes seperti tes SBMPTN, aku mengerjakan dengan bersungguh-sungguh dilanjutkan dengan tes wawancara, tes tersebut berbicara tentang tujuan, cita-cita, dan akhlak.

Cukup lama aku menunggu pengumuman ini tidak seperti SNMPTN yang kemarin. Akhirnya aku bekerja di sebuah toko pakaian yang berada di pasar besar Ngawi yaitu Sang surya sambil menunggu hasil pengumuman.
sudah hampir 2 bulan aku menunggu hasil pengumumannya, rasa khawatir muncul kalau tidak diterima. rasa khawatir tersebut hilang, ketika aku ditelfon dari pihak mec jika keterima. Alhamdulillah Ya Allah…Terimakasih.

Memulai Menjadi Anak Mahasiswa dan Santri

pengalaman mec surabaya, mahasiswa dan santri

MEC itulah tempat dimana aku tidak tahu sebelumnya itu tempat apa, dan ternyata tempat inilah aku bisa mencapai kesuksesan, bisa membahagiakan Orang tua ku. Aku tidak tahu apa skenario tuhan untuk aku, tetapi Alhamdullilah Tuhan masih sayang denganku yang telah memberi takdir untuk aku menjadi Mahasiswi di MEC (Mandiri Entrepreneur Center) yang beralamat di Jl. Jambangan, No. 70 Surabaya.

MEC yang sebelumnya tidak pernah tau itu tempat apa dan sempat ragu untuk masuk ke lembaga tersebut. RAGU…. Iya ragu karena awalnya saya memplanningkan harus masuk ke Universitas yang saya inginkan yaitu ISI Jogja, ISI Surakarta, Unnes intinya Universitas yang berada di Jawa Tengah. Keraguan itu akhirnya sirna beriring nya waktu yang menunjukkan saya untuk masuk ke MEC.

Saya sangatlah bangga dan senang bisa diterima di mec sungguh banyak pengalaman yang terukir di mec ini dari awal pertama masuk bertemu dengan teman – teman ada yang dari Palembang, Riau, Makassar, Madura yang itu semua menggunakan bahasa yang beragam membuat aku bingung mendengarkan percakapan mereka.

Pengalaman di MEC Surabaya -Awal pertama masuk seperti biasa yaitu MOPD, MOPD kali ini tidak sama dengan yang MOPD yang pernah saya lakukan di SMP maupun SMK yang hanya tepuk yel-yel, company profile sekolahan, dll tetapi di MEC kita diberikan banyak wawasan, pencerahan, dan belajar bagaimana kita lebih mengenal potensi diri kita sendiri, penyampaian materi yang diberikan juga tidak sembarangan orang tetapi orang–orang sukses yang mempunyai pengalaman yang luar biasa yang bisa dijadikan contoh untuk kita.

Mec mempunyai 3 program yang menjadikan acuan untuk kita di dalam kelulusan nantinya sekaligus menjadi modal untuk kita menggapai kesuksesan dunia maupun akhirat. Ketiga program tersebut mungkin hanya ada di mec ini saja dan jarang diterapkan di lembaga lainnya. So, penasaran kan 3 program itu apa saja?? Oke kita lanjutkan program itu antara lain

Desain Grafis itulah Pilihan Ku

Pengalaman mec di surabaya, mahasiswa, santri, kampus kemandirian
sumber gambar https://nurulkhasanah22.wordpress.com

Pengalaman di MEC Surabaya – Akademik merupakan program yang paling penting diantara 3 program tersebut, Program studi akademik itu sendiri antara lain 5 Desain Grafis, TKJ, Kuliner, Akuntasi, Administrasi dan Perkantoran dan Otomotif tetapi kedua jurusan tersebut tempat kuliah nya tidak satu lingkup dengan jurusan yang lainnya.

Aku di MEC mengambil jurusan Desain grafis alhamdulillah… sungguh aku tidak menyangka bisa diterima di jurusan ini karena jurusan ini banyak peminatnya dan terbatas kuota nya. Desain grafis mungkin banyak yang belum mengenal istilah ini ibuku pun tidak tahu apa itu desain grafis dan saat aku memutuskan untuk mengambil jurusan ini ibuku hanya iya iya saja, semua diserahkan kepadaku.

Mengambil jurusan Desain grafis adalah sudah menjadi mimpiku dulu.. sebelum lulus SMK. Rasa penasaran terhadap karya – karya sebuah desain seperti brosur, poster, flayer, vektor wajah, dll sudah muncul ketika masih di bangku SMK dan dimulai dari situ aku sudah mulai belajar mendesain mencari tutorial–tutorial desain sendiri di youtube dan Alhamdulillah kini saya bisa belajar langsung dengan para ahlinya yaitu Dosen MEC.

Aku masuk ke desain grafis tidak sendirian ada 14 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai daerah antara lain

  • Ayu dan Nina dari Palembang
  • Hafifah dan Udin dari Kediri
  • Joko dari Tumenggung
  • Array dan Ziah dari Surabaya
  • Catur dari Lamongan
  • Intan dari Sidoarjo
  • Dian dari Mojokerto
  • Siti Khotimah dari Riau
  • Zainuri dari Tuban

Di desain grafis aku sudah diajarkan pentol haha. Entahlah apa itu pentol yang aku tahu pentol itu sebuah makanan bulat yang enak dimakan.. tetapi pentol di dunia desain grafis ini beda, jadi anak desain itu harus menguasai pentool dulu latihan yang paling dasar yang digunakan pada corel draw dan photoshop.

Dosen nya di desain grafis tidak kalah keren dengan dosen jurusan yang lain ada Pak Anwari yaitu dosen sekaligus motivator untuk anak desain grafis “ mindset” itulah kata- kata yang sering dikeluarkan Pak Anwari untuk membangkitkan semangat kita.

Dosen yang kedua yaitu Pak Sabar dari namanya saja “ Sabar” sesuai dengan namanya pak sabar inilah salah satu dosen yang paling sabar diantara dosen mec yang lainnya, tidak pernah beliau marah, marah pun terkadang sembari dengan tertawa jadi antara marah dengan tidak marah sama saja.

Selanjutnya dosen yang ketiga yaitu Pak Arofat dosen yang desainer muda dan desainer terbaik kedua SE-PEMPROV JATIM. Sungguh sangat bersyukur aku bisa kuliah disini walaupun biayanya gratis, dari fasilitas, dosen pengajar, semuanya sama seperti kuliah dengan yang berbayar.

Pengalaman di MEC Surabaya- Sudah 1 semester aku belajar mendesain dengan jerih payah menciptakan ide- ide dan itu semua tidak sia- sia , alhamdulillah karena ketekunanku aku mendapat nilai IPK terbaik di jurusan Desain grafis dengan IPK 3,78 selain itu aku juga mendapat tropy dari lomba poster academic award, Ya ALLAH tidak kebayang mendapatkan itu semua.

Menjadi Santri yang Amatir

santriwati mec kampus kemandirian yatim mandiri surabaya
sumber gambar https://nurulkhasanah22.wordpress.com

Pengalaman di MEC Surabaya – Yah..inilah program yang menurutku aku sangatlah kurang menguasai menurutku wajar aku tidak begitu menguasai pendidikan islam karena dari SD sampai SMK sekolahan ku semuanya Negeri dan di negeri hanya diajarkan agama islam tidak begitu memperdalam. Banyak teman dari lulusan pondokan yang sholeh dan sholehah dan ada juga yang sudah hafal al-quran 30 jus “SUBHANALLAH”, sedangkan aku? Aku hanyalah anak biasa yang tidak begitu mendalami agama islam, aku minder dengan mereka aku tidak percaya diri di MEC ini, aku merasa orang yang jahiliayah disini.

pernah aku menangis karena hafalanku tidak memenuhi target disaat mau liburan kemarin sungguh aku malu dengan teman yang lain disaat menangis, tapi ya bagaimana aku takut jika tidak pulang ke Ngawi, soalnya Ibuku sudah mengharapkan aku pulang dan aku pun sudah kangen dengan keluargaku dirumah.

Oh iya ini juga pengalamanku yang paling lucu saat di asrama yaitu sholat khusyuk ala anak MEC jadi kan anak MEC bangun pagi itu jam 03.00 untuk melaksanakan sholat tahajud, entah aku sadar atau tidak sadar aku melaksanakan sholat tahajud diatas kasur. Keesokan paginya saat adzan subuh berkumadang egh ternyata aku ketiduran disaat masih posisi sujud hahaha mungkin kasur itulah yang menyebabkan sholat ku kekusyukan sampek- sampek ketiduran. Teman- temanku pun tertawa terpingkal–pingkal saat aku bangun mereka memang sengaja tidak membangunkan aku.

Menjadi Wanita Enterpreneur

kampus kemandirian mec surabaya
sumber gambar https://nurulkhasanah22.wordpress.com

Program yang membuat kita tahu apa arti kehidupan yang sesungguhnya, apakah itu?? Yaitu “ENTERPRENEUR” jarang sebuah lembaga pendidikan mengadakan kegiatan tersebut hanya MEC inilah yang ada, dari entrepreneur tersebut aku mendapatkan banyak pelajaran kehidupan, ternyata mencari uang itu susah aku sangatlah menyesal karena aku dahulu hanya bisa meminta dan meminta kepada ibu, sedangkan ibuku seorang diri sebagai penompang kehidupan keluargaku, sekarang aku sudah merasakan bagaimana menjadi posisis ibuku, maafkan aku ibu. Ibuku yang bekerja keras mencari uang untuk mencukupi dan aku hanya bisa menghabiskanya saja.

Wisuda yang Sederhana, tetapi Penuh Kenangan

Wisuda kampus kemandirian MEC, kampus mec, mec 2018

Tidak terhitung satu tahun penuh aku berada di MEC Surabaya, mungkin 8 bulan. 8 Bulan rasanya kurang untuk menuntut ilmu disana. Ingin rasanya aku kembali kesana.

MEC bukanlah perguruan tinggi yang bisa dipandang sebelah mata, banyak sekali pengusaha-pengusaha sukses yang lahir dari sana, karena itulah tujuan dari mec yaitu menjadikan anak muda yang mandiri baik dari agama, materi, dan finansial.

6 Oktober 2018 adalah acara wisuda kita, sekaligus perpisahan kita. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, banyak teman-teman yang dari luar pulau bisa datang untuk menghadiri acara ini.  Acara diawali dengan sambutan, prosesi wisuda, kesan dan pesan dari mahasiswa mec, menyampaikan mahasiswa berprestasi, dan hiburan.

Humb aku berharap ketika wisuda ini saya menjadi IPK tertinggi seperti di waktu semester 1 kemarin, tetapi Allah berkata tidak, mungkin karena aku sombong kalik ya dan berharap lebih, jadi Allah menurunkan IPK ku, yang dulu 3,87 kini berubah menjadi 3, 47 dan yang menjadi nilai terbaik di desain grafis adalah Muhammad Rizky Array dengan IPK 3, 50.  Tetapi Aku masih tetap bersyukur masih bisa mendapatkan ipk 3,00.

Yah usai sudah nostalgia kita kali ini, Terimaksih untuk Mandiri Enterpreneur Center telah menjadikan aku seseorang yang seperti sekarang ini, yang sudah mengenal Potensi ku. Salam untuk Pejuang Yatim Mandiri.

Tinggalkan komentar